“Apa kau pernah jatuh cinta?”. Tanya mu pada ku.
Angin membelai wajahmu,
Aku tak bisa membedakan kesejukan yang kurasakan,
Itu berasal padamu atau semilir angin itu,
Yang pasti itu terjadi saat aku memandang mata indahmu.
“Belum”. Singkat jawabku.
Matamu berpaling keluar jendela kamarku,
Dunia memang selalu bergerak,
Tak ada yang perduli pada kita saat ini,
Terlalu indah matamu saat memandang pohon yang bergoyang diterpa angin,
Aku ingin menjadi angin itu.
“Aku mengerti” katamu.
Apa yang kau mengerti?
Waktu tetap berputar,
Tapi tak pernah beranjak,
Ini yang ku sebut dengan setia.
Aku menunduk,
Membayangkan kau menangis semalam,
Ada saat kita seperti tak saling kenal, itu mau mu,
Aku tak mengerti,
Tapi saat kau rindu akan pelukannya,
Aku jadi mengerti,
Aku mengerti.
“aku belum pernah jatuh cinta” kataku.
Iya…
aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya,
Karena aku tak ingin menambah masalahmu dengannya.
%40%24t%40538.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar